Polresta Surakarta Pasang Monitor Pantauan CCTV di Pos Terpadu Beteng Vanternburg

SURAKARTA- Monitor raksasa berukuran sekitar 2,5 meter x 4 meter terpampang di Pos Terpadu Lebaran 2022 di Benteng Vastenburg Solo. Monitor itu menampilkan secara langsung situasi dan kondisi 64 lokasi di Solo yang dipantau CCTV.

Selama pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, monitor itu menjadi salah satu cara polisi memantau kondisi jalan. Dari pantauan terkini melalui monitor tersebut bisa langsung direspons ketika terjadi kemacetan atau kecelakaan lalu lintas.

Ada lima Tim Urai Kerumuman (TUK) yang dikerahkan Polresta Solo untuk berjaga selama arus mudik dan balik. Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra, menjelaskan itu saat menyampaikan sistem pemantauan dan pengamanan lalu lintas selama arus mudik dan balik di depan anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana.

Politikus Nasdem itu melakukan pemantauan kesiapan pengamanan dan pelayanan arus mudik di sejumlah posko di Solo, Kamis (28/4/2022). Salah satu pos yang jadi pemantauan Eva yaitu Pos Terpadu yang berada di Benteng Vastenburg Solo.

Selama kegiatan tersebut Eva didampingi Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. Eva mengaku kaget dengan canggihnya sarana dan prasarana yang digunakan tim gabungan Solo untuk memantau dan mengamankan arus mudik.

“Sejak saya jadi anggota DPR RI, di Pospam Benteng Vastenburg ini, saya lihat ini semakin tahun semakin maju. Saya ke sini pertama akhir 2019 jelang Natal dan Tahun Baru. Sekarang jelang Lebaran saya lihat Pos Terpadu semakin baik,” urainya.

Bahkan Eva mengaku baru kali pertama melihat di Pos Pengamanan ada Tactical Floor Game (TFG) pengamanan Lebaran 2022. Dari denah atau peta di TFG tersebut bisa dilakukan langkah-langkah identifikasi dan antisipasi masalah.

“Baru kali ini saya lihat ada tactical floor game. Kemudian ada monitor yang kita bisa lihat melalui CCTV dari beberapa titik yang patut diberi perhatian. Saya apresiasi Kapolresta pelayanan bisa terlengkapi fasilitas semakin baik,” kata dia di Pos Terpadu Lebaran Solo itu.

Sedangkan Kapolresta Solo Ade Safri Simanjuntak mengatakan lima Tim Urai Kemacetan (TUK) siap digerakkan setiap saat bila terjadi kepadatan atau kemacetan. Masing-masing TUK terdiri dari delapan personel yang yang dilengkapi dengan sepeda motor.

“Tim masing-masing beranggotakan delapan orang dan mengendarai sepeda motor, bukan mobil. Supaya bisa bergerak lebih luas ketika kemacetan terjadi di Solo. Kalau menggunakan mobil bisa terjebak kemacetan itu sendiri,” ujarnya.

Ade menjelaskan tata kerja TUK sudah diatur sedemikian rupa, yaitu sub unit tim bergerak ke lokasi kemacetan untuk mengurai kepadatan. Sedangkan sub unit lainnya bertugas mengidentifikasi akar masalah kemacetan tersebut untuk diurai.

“Misalnya kemacetan karena pasar tumpah, penggunaan bahu jalan, tim akan mencari akar masalahnya kemudian diurai agar bisa diakselerasi urai kemacetan itu. Bukan hanya datang juga profiling akar masalah untuk diurai,” urainya.

Site Footer